Ketika kamu berjalan jauh
Pastikan titik kembalinya
Hanya SATU
Ketika kamu berjalan jauh
Pastikan titik kembalinya
Hanya SATU
Tahun ini rasanya sebagian waktu saya habiskan di Rumah Sakit? Eh bukannya kerja di rumah sakit? Iya, iya. Bukan sebagai pegawai tapi pendamping pasien.
Bulan April lalu, ibu saya ke Makassar untuk mengunjungi kami, sebelum kakak saya Merantau ke tanah borneo, alhamdulillah Allah ijinkan sebagai Abdi negara disana. Kami melepas rindu.
Rencananya juga ibu akan memeriksa katarak pada kedua bola matanya. kondisi Mata kanannya sudah tidak bisa sama sekali melihat sedangkan mata kiri sudah mulai kabur.
Awal Juni kemarin alhamdulillah operasi kataraknya selesai, lalu dua minggu selanjutnya dijadwalkan untuk mata kiri. Capek? Tentu saja. Saya yang menemani ibu berobat seperti kehabisan tenaga bolak balik Rumah Sakit, pagi di poli dan siang hari jaga di OK, Luarbiasa.
Menjadi pendamping pasien ternyata tidak semuda yang kita bayangkan, datang lebih awal dan sesuai dengan waktu antri yang tertera di aplikasi BPJS, belum lagi bila di rencanakan untuk pemeriksaan laboratorium, Radiologi foto dan sebagainnya, seharian sepertinya waktu kita habis. apa kabar keluarga pasien yang sudah berhari-hari, berbulan-bulan bahkan ada yang sudah hitungan tahunan bolak-balik rumah sakit, seakan sudah menjadi rumah kedua, ah memikirnya saja aku sudah tidak mampu. sungguh mereka selain menahan sakit, ujian sabar mereka masih diminta.
Hidup ini adalah rangkaian takdir hidup yang bersisian. Kita tidak hidup sendirian dalam belenggu pemikiran. Segala hal yang kita siapkan tentang masa depan, bisa seketika hilang tanpa tanda-tanda. Hidup ini sejatinya adalah menjadi hamba, menjalani sebaik-baiknya berdasar petunjuk-Nya, bukan berdasar prasangka kita sendiri.(masgun)
| POV poli |
| Alhamdulillah saat operasi katarak ibu saya temani di ruang OK |
Menepi sejenak
Ketika sedang menikmati hidangan lebaran munculah ide healing tipis-tipis di salah satu pantai yang ada di sekitar tempat tinggal. Yup, Pasir Putih, hanya butuh 30 menit kita membuat intinenary.
H+1 lebaran pukul 09.00 kami memulai perjalan, hanya sekitar 5-10 menit dari rumah kami sudah sampai di pelabuhan Sape, markir motor lalu bergegas ke dermaga. Beberapa perahu motor sudah berjejer di bibir dermaga, tidak menunggu waktu lama perahu kamipun mulai melaju ketempat tujuan, kami menyewa perahu 40ribu/orang (sudah termasuk PP) murahkan?
Sebelum sampai di pasir Putih, perahu menurunkan beberapa penumpang di Bajo pulo, sekitar 10 menit kami sudah bisa melihat pantai yang kami tujuh, MasyaAllah. Airnya jernih, keliatan pasar putihnya.
Created with by beautytemplates